MK.COM, Pemerintah Kota Ambon* menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Presiden Republik Indonesia H. Prabowo Subianto atas kebijakan pelonggaran fiskal melalui skema top-up_ Transfer ke Daerah (TKD).
Hal tersebut disampaikan Wali Kota Ambon Drs. Bodewin Wattimena, M.Si dalam keterangannya, Selasa 11 Agustus 2026.
Wali Kota menyebut, intervensi strategis Pemerintah Pusat ini menjadi “juru selamat” bagi keuangan Kota Ambon yang sempat menghadapi tekanan berat.
Sebagai informasi, Kementerian Keuangan di bawah pemerintahan Presiden Prabowo Subianto meluncurkan bantuan top-up TKD total Rp20,5 triliun untuk 490 pemerintah daerah, termasuk Kota Ambon.
Bantuan ini hadir setelah Kota Ambon diproyeksikan mengalami penurunan alokasi TKD nasional sebesar lebih dari Rp132 miliar.
“Tanpa adanya intervensi dari Presiden Prabowo, penurunan tersebut berpotensi mengancam kemampuan Pemkot dalam membiayai aktivitas minimum daerah, termasuk pembayaran gaji PNS dan PPPK,” tegas Wali Kota Bodewin.
Jamin Pelayanan dan Program Nasional Tetap Jalan Dengan adanya stimulus fiskal ini, Pemkot Ambon memastikan :
1. Pelayanan Publik Stabil : Operasional kota dan pelayanan dasar masyarakat tidak terganggu.
2. Program Prioritas Berlanjut : Pemkot dapat terus mendukung program nasional Presiden Prabowo, seperti penyediaan 470 rumah MBR di Ambon dalam rangka gerakan 3 juta rumah.
3. Pertumbuhan Ekonomi Terjaga : Mempertahankan tren pertumbuhan ekonomi Kota Ambon di angka 5,23% dengan target naik ke 5,7%.
Wali Kota menegaskan Pemkot tidak akan terlena. Saat ini Pemkot bersama DPRD fokus pada penguatan kemandirian fiskal melalui optimalisasi pajak daerah, opsen PKB, PBB, dan efisiensi belanja APBD agar tepat sasaran untuk kesejahteraan warga. (*










Komentar