MK.COM, AMBON. Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap dampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), terutama akibat kabut asap yang semakin tebal. Ia secara khusus meminta anak-anak dan lanjut usia (lansia) untuk menggunakan masker saat beraktivitas demi menjaga kesehatan.
Imbauan tersebut disampaikan Bodewin ketika memimpin apel pagi di halaman upacara Balai Kota Ambon, Senin (12/10/2026).
“Kabut asap semakin tebal. Mari anak-anak dan orang tua memakai masker, harus menjaga kesehatan,” ujar Bodewin.
Selain mengingatkan masyarakat untuk melindungi diri dari paparan asap, Bodewin mengajak seluruh warga berperan aktif mencegah terjadinya kebakaran dengan tidak melakukan pembakaran lahan.
Menurutnya, kondisi kemarau berkepanjangan yang melanda Kota Ambon saat ini berkaitan dengan fenomena El Niño, yakni peningkatan suhu permukaan laut di Samudra Pasifik bagian tengah dan timur di atas kondisi normal.
Ia menyebutkan, kebakaran yang terjadi di sejumlah wilayah Kota Ambon perlu menjadi perhatian bersama karena berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat serta memperburuk kondisi lingkungan.
“Frekuensi kejadian kebakaran di kota ini sangat luar biasa. Terhitung dari 21 September sampai dengan 10 Oktober terdapat 34 kejadian di beberapa titik. Sehingga saya mengimbau kepada seluruh masyarakat, mari kita masing-masing jaga lingkungan dan tidak melakukan sesuatu yang merugikan banyak orang,” tegasnya.
Bodewin juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi yang terjadi akibat musim kemarau berkepanjangan.
Ia menilai, upaya penanganan tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah. Dukungan dan kepedulian seluruh elemen masyarakat diperlukan agar berbagai persoalan yang muncul dapat ditangani secara bersama-sama.
“Mari kita saling menopang untuk melakukan tugas dan tanggung jawab dengan baik, untuk melewati permasalahan ini secara bersama agar bisa melewati masa krisis kemarau berkepanjangan ini dengan baik,” pungkasnya.
Pada kesempatan yang sama, Pemerintah Kota Ambon juga menyerahkan bantuan kepada warga yang terdampak kebakaran dan pohon tumbang. Bantuan yang diberikan mencapai Rp15 juta per kepala keluarga (KK).
Sebelumnya, pemerintah juga telah menyalurkan bantuan tanggap darurat kepada warga terdampak melalui Dinas Sosial sebagai bagian dari upaya penanganan terhadap masyarakat yang mengalami musibah. (*










Komentar