MK.COM, Ambon, 22 September 2025 – Pemerintah Kota Ambon melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan (DLHP) siap meluncurkan sejumlah “unit mobil sampah baru” untuk memperkuat armada pengelolaan sampah di kota ini.
Peluncuran tersebut rencananya dilakukan pada “Jumat, 29 September 2025”, setelah sebelumnya dijadwalkan bertepatan dengan “World Clean Up Day”, namun harus ditunda karena pertimbangan teknis.
Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Persampahan Kota Ambon “Apries Gaspersz”, dalam sesi wawancara bersama awak media di lingkungan DPRD Kota Ambon.
“Awalnya, peluncuran ini kami rencanakan bertepatan dengan kegiatan Clean Up Day, tapi karena ada satu dan lain hal, kami tunda ke hari Jumat depan. Rencananya, Pak Wali Kota akan langsung meresmikan peluncuran mobil tersebut, dan setelah itu langsung dioperasionalkan,” jelas Apries.
Langsung Operasional dan Siap Layani Jalur Baru
Mobil-mobil sampah ini akan langsung difungsikan dan menjangkau wilayah-wilayah yang sebelumnya belum terlayani secara optimal. Gaspersz menegaskan bahwa “semua jalur telah disiapkan”, sehingga tidak ada hambatan dalam peluncuran dan operasionalnya nanti.
“Untuk jalurnya semua sudah kami siapkan, tinggal diluncurkan, langsung dioperasikan,” ujarnya.
Langkah ini dinilai sebagai wujud komitmen Pemkot Ambon dalam memperbaiki sistem pengelolaan sampah sekaligus meningkatkan kenyamanan dan kebersihan kota.
Sistem Pembayaran Tenaga Harian Lepas Masih Jadi Tantangan.
Dalam kesempatan yang sama, Apries juga menjelaskan terkait “pembayaran upah bagi petugas kebersihan” yang sebagian besar berstatus sebagai “tenaga harian lepas (THL)”. Mereka bekerja secara tidak tetap, sehingga sistem penggajian mengikuti jumlah hari kerja, bukan sistem gaji bulanan.
“Kalau soal upah, mereka ini tenaga harian lepas, dibayar per hari. Kadang dalam satu minggu hanya masuk dua atau tiga hari. Jadi tidak bisa kita bayar gaji penuh seperti UMR,” kata Apries.
Ia menjelaskan bahwa jika mengikuti “Upah Minimum Regional (UMR) Kota Ambon sebesar Rp3.250.000 per bulan”, maka harus ada kepastian jam kerja penuh selama satu bulan. Namun kenyataannya, banyak petugas yang tidak masuk secara rutin.
“Mereka dibayar per hari berdasarkan pekerjaan yang dilakukan. Kalau tidak masuk kerja, ya tidak bisa dibayar penuh. Tapi ke depan, ini akan terus kami evaluasi agar bisa ditingkatkan kesejahteraannya,” tambahnya.
Pentingnya Kesadaran Masyarakat Membayar Iuran Sampah
Gaspersz juga menyinggung soal “rendahnya kesadaran masyarakat dalam membayar iuran sampah”, yang menurutnya menjadi salah satu hambatan utama dalam upaya peningkatan kesejahteraan para pekerja kebersihan.
“Kalau masyarakat tidak sadar membayar iuran sampah, bagaimana kami bisa punya anggaran untuk menggaji para petugas? Padahal mereka ini setiap hari mengangkat sampah dan kotoran kita,” tegasnya.
APD dan Peralatan Kerja Segera Didistribusikan
Menjawab pertanyaan awak media terkait Alat Pelindung Diri (APD) dan perlengkapan kerja untuk petugas, Apries menyatakan bahwa pengadaan sedang dalam proses dan dalam waktu dekat akan segera didistribusikan.
“Nanti dalam beberapa hari ke depan akan kami bagikan. Sementara ini, apa yang ada kami maksimalkan untuk mendukung kegiatan di lapangan. Mohon dimaklumi karena semua sedang dalam proses,” ujarnya.
Dengan peluncuran armada baru dan perhatian terhadap kondisi kerja para petugas kebersihan, Pemkot Ambon berharap sistem pengelolaan sampah di kota ini akan semakin baik dan profesional, serta mendapat dukungan penuh dari masyarakat. (*










Komentar