MK.Com, Badan Kepegawaian dan Sumber Daya Manusia (BKSDM) Pemerintah Kota Ambon menyelenggarakan uji kompetensi dan evaluasi kinerja bagi pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama di lingkungan Pemerintah Kota Ambon. Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Drs. Bodewin Wattimena, dan berlangsung di Hotel Manise pada Selasa, 2 Juli 2025.
Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Sekretaris Kota Ambon, Ketua DPRD Kota Ambon, serta sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemkot Ambon. Para pejabat eselon yang mengikuti seleksi JPT Pratama ini bersaing untuk mengisi posisi jabatan strategis yang saat ini masih kosong.
Mantan Wali Kota Ambon, Jacob Papilaya, juga hadir mendampingi Wali Kota Wattimena dalam kapasitasnya sebagai anggota panitia seleksi bersama Sekretaris Kota.
Seleksi jabatan ini diikuti oleh sebanyak 28 peserta yang memperebutkan posisi strategis di lingkup Pemerintah Kota Ambon. Dalam sambutannya, Wali Kota Bodewin Wattimena menegaskan bahwa pelaksanaan seleksi ini bertujuan untuk mengukur kapasitas para pejabat dalam menghadapi tantangan kerja yang semakin kompleks dan dinamis.
Lebih lanjut, ia mengingatkan bahwa peserta seleksi tidak hanya dituntut memahami materi yang disampaikan oleh panitia, tetapi juga mampu mengimplementasikan visi dan misi wali kota sesuai dengan 17 program prioritas Wali Kota dan Wakil Wali Kota Ambon.
Diharapkan melalui proses seleksi ini, para peserta dapat memahami peran strategis mereka dalam mengambil keputusan yang tepat, menganalisis persoalan dengan matang, dan menunjukkan kesiapan dalam menjawab tantangan birokrasi modern.
Wali Kota juga menegaskan bahwa birokrat yang andal bukan sekadar memahami tugas pokok dan fungsi, tetapi juga mampu menerjemahkan arah kebijakan dan tujuan pemerintah kota saat ini ke dalam aksi nyata.
Seleksi jabatan ini disebut sebagai langkah awal dalam proses penataan birokrasi secara menyeluruh di Kota Ambon, yang akan dilakukan secara berkelanjutan.
Bodewin menyampaikan bahwa setelah tahap seleksi ini, akan dilakukan pergeseran atau rolling jabatan untuk mengisi posisi yang kosong. Proses tersebut akan dilanjutkan dengan mekanisme lelang terbuka, serta pengisian jabatan pada level administrator dan pengawas, agar seluruh posisi birokrasi dapat terisi secara berkesinambungan.
“Prinsipnya, seleksi ini dijalankan secara profesional dengan menempatkan pejabat pada posisi yang tepat dan proporsional, sehingga seluruh target pemerintahan dalam lima tahun ke depan dapat dicapai secara optimal,” tutup Wali Kota. (
















Komentar